Bupati Bandung Barat Resmikan Koperasi Expo & Bazar UMKM 2025: Satukan Kreativitas UMKM dan Kekuatan Kolektif Koperasi untuk Rantai Ekonomi Rakyat Kokoh

Wajarnews.com – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, secara resmi membuka Kegiatan Koperasi Expo dan Bazar UMKM Kabupaten Bandung Barat tahun 2025 di Lapang Plaza Mekarsari, Sabtu (06/12/2025).

Acara yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung Barat bukan hanya sebagai sarana promosi, melainkan juga edukasi serta peningkatan kesadaran publik terhadap peran koperasi dan UMKM dalam memajukan ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas  Koperasi Usaha Kecil dan Menengah  Kabupaten Bandung Barat, Dra. Sri Dustirawati, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini didasarkan pada dasar hukum, yaitu Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ia menambahkan bahwa acara ini bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan publik terhadap koperasi, mendukung peningkatan ekonomi melalui semangat gotong royong, dan stansasi.

“Selain Bazar UMKM, acara juga diperkaya dengan Bazar Dharma Wanita yang diikuti oleh ibu-ibu “Pinky”. Kegiatan hari itu juga meliputi senam zumba, talkshow dengan narasumber berkelas, serta berbagai gebrakan promosi (gerpres) dari pihak Bank BJB, dan Gabungan Koperasi sekolah Kabupaten Bandung Barat (KBB),” jelasnya.

Narasumber yang hadir dalam talkshow antara lain Kepala Pusat Pengolahan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jabar Wilayah KBB, Dekan Fakultas Seni dan Desain Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), pihak sponsor Bank BJB, serta Ketua Koperasi Bumi.

Sri Dustirawati juga mengungkapkan data koperasi di Kabupaten Bandung Barat, yang mencapai total 625 unit. Di antaranya, 51 adalah koperasi produsen, 5 koperasi pemasaran, 322 koperasi konsumen, 25 koperasi jasa, 58 koperasi simpan pinjam, dan 165 koperasi desa merah putih. Selain itu, dia mengajukan permintaan kepada Bupati untuk mempermudah pendampingan terhadap UMKM dan koperasi, membangun jaringan dukungan, serta menyediakan rumah kemasan.

“Meskipun sudah ada koordinasi untuk Pembinaan Lapangan Usaha Terpadu (Plut) yang masih minimalis tanpa gedung sendiri, harapannya Plut tersebut nantinya bisa menjadi tempat pendampingan dan bantuan dari akademisi, perguruan tinggi, perbankan, BUMN, dan pihak lainnya,” tuturnya.

Dalam pidatonya, Bupati Jeje Ritchie Ismail menekankan pentingnya kolaborasi antara UMKM dan koperasi sebagai dua sisi mata uang yang saling melengkapi.

“Koperasi mengajarkan bahwa keuntungan terbesar bukan hanya uang, tetapi keamanan, keberlanjutan, dan kebersamaan. Sementara itu, UMKM adalah tangan-tangan kreatif yang mewarnai ekonomi lokal,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa UMKM memiliki produk, semangat, dan kreativitas, sedangkan koperasi menyediakan jaringan, modal, pembinaan, dan kekuatan kolektif. Dengan menyatukannya, diharapkan akan lahir rantai ekonomi rakyat yang kokoh, di mana produk unggulan desa yang diproduksi UMKM dapat dikelola bersama melalui koperasi dan dipasarkan hingga ke kota-kota besar.

Bupati juga mengakui potensi lokal Bandung Barat yang luar biasa, meskipun masih kekurangan tempat sentra untuk UMKM. Dia berjanji akan berusaha membangun satu gedung atau tempat khusus untuk mengumpulkan para pelaku UMKM selama masa jabatannya.

“Kegiatan ini juga selaras dengan program strategis Kepala Daerah dalam 12 Amanah Ngawangun Bandung Barat, yaitu penguatan ekonomi masyarakat pada sektor Koperasi, UMKM, IKM, pariwisata, kreatif, pertanian, dan perikanan berbasis digital,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati menekankan bahwa pemerintah selalu berusaha memastikan setiap program selaras dengan visi-misi pembangunan Bandung Barat Amanah, yang mengedepankan norma agamis dalam membangun daerah yang maju dan adaptif, sehingga masyarakat merasa nyaman menghadapi tantangan menuju kehidupan yang harmonis.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia, Kadis Koperasi dan UMKM, seluruh sponsor, peserta, akademisi, BUMN, perbankan, sektor swasta, serta pengurus dan pengawas koperasi beserta seluruh UMKM se-Kabupaten Bandung Barat. Saya berharap kegiatan ini membawa manfaat besar untuk peningkatan kualitas koperasi dan pemberdayaan UMKM di Bandung Barat ke depannya,” pungkasnya. (***) Icha

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *