Wajarnews.com – Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, menggelar Rembuk Stunting tahun anggaran 2025 pada Selasa, 28 Juli 2025 di Alun-alun KBB.

Acara ini dihadiri oleh Camat Ngamprah, Agnes Virganty, S.S.T.P., M.Si., Kepala Desa Mekarsari, Krisno Hadi, S., Ketua BPD Mekarsari, Mepi, dan para kader Posyandu. Rembuk Stunting ini berfokus pada evaluasi program tahun 2025 dan merumuskan strategi pencegahan stunting yang lebih efektif di tahun 2026.
Diskusi yang berlangsung hangat dan produktif membahas berbagai usulan aspirasi dari 11 RW di Desa Mekarsari. Salah satu poin penting yang dibahas adalah pentingnya intervensi sejak dini, yaitu memberikan Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) lokal kepada ibu hamil yang berisiko melahirkan bayi stunting. Selain itu, peningkatan akses dan kualitas layanan Posyandu juga menjadi fokus utama, guna memastikan seluruh warga masyarakat yang membutuhkan mendapatkan layanan kesehatan yang optimal.
Komitmen bersama untuk mewujudkan program “Bandung Barat Zero Stunting” menjadi semangat utama dalam rembuk ini. Para peserta sepakat untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi antar berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, kader Posyandu, dan masyarakat, untuk mencapai target tersebut. Strategi yang telah dirumuskan akan segera diimplementasikan, dengan harapan dapat menekan angka stunting di Desa Mekarsari dan berkontribusi pada pencapaian target “Bandung Barat Zero Stunting” di masa mendatang. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat Desa Mekarsari.(***) Red