Wajarnews.com – Kabupaten Bandung Barat (KBB) meluncurkan program pilot project Posyandu terintegrasi enam sektor pelayanan esensial di Desa Cilame, kecamatan Ngamprah, KBB, pada Senin (04/08/2025).
Langkah ini menandai komitmen Pemkab KBB dalam meningkatkan kualitas layanan Posyandu, sejalan dengan Permendagri Nomor 30 Tahun 2024.
Bukan sekadar seremoni, peluncuran ini merupakan strategi untuk mengoptimalkan peran Posyandu dengan mengintegrasikan layanan kesehatan, pendidikan, perumahan, ketentraman dan ketertiban masyarakat (melalui Satlinmas), kesejahteraan sosial, dan aspek pendukung lainnya. Pendekatan terpadu ini bertujuan memberikan layanan yang lebih komprehensif dan efektif kepada masyarakat. Desa Cilame dipilih sebagai lokasi pilot project karena representatifnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KBB, Dudi Supriadi, S.Sos., optimistis program ini akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. “Dukungan penuh diberikan oleh berbagai dinas terkait melalui penyaluran bantuan untuk operasional Posyandu dalam menjalankan enam sektor pelayanan tersebut.
Hal ini berdampak pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Camat Ngamprah, Agnes Virganti, S.STP., S.H., M.Si., menyambut baik program ini dan berharap kader Posyandu akan semakin berperan sebagai sahabat masyarakat, memberikan pelayanan yang lebih luas dan berdampak positif, terutama bagi ibu dan anak.
“Kehadiran Bupati KBB dan Tim Pembina Posyandu semakin mengukuhkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh keberhasilan program ini,” tuturnya.
Suksesnya pilot project di Desa Cilame diharapkan menjadi model bagi desa-desa lain di KBB dan menginspirasi daerah lain dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Program ini merupakan langkah nyata Pemkab KBB dalam mewujudkan visi pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat,” tandas camat Ngamprah. (*)
Icha





