Wajarnews.com – Pemerintah Desa Mandalamukti, Kecamatan Cikalongwetan, menggelar kegiatan rembuk stunting sekaligus pembagian insentif bagi para kader desa pada tanggal 3 Oktober 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula desa ini dihadiri oleh Kepala Desa Mandalamukti, Riqi Colqia Tamam, Ketua BPD, Khoerul, S.Pd.i., bidan desa, perwakilan LKD, perwakilan RW, serta para kader se-Desa Mandalamukti.

Kepala Desa Mandalamukti, Riqi Colqia Tamam, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini. Ia juga mengumumkan kenaikan insentif bagi para kader menjadi Rp 500.000,- dari tahun sebelumnya Rp 300.000,-.
“Kenaikan ini merupakan hasil kesepakatan antara BPD dan kepala desa yang telah disetujui dalam APBD tahun 2025,” ujarnya.
Riqi menambahkan, total kader aktif di Desa Mandalamukti saat ini berjumlah 115 orang. Tujuan dari peningkatan insentif ini adalah untuk memotivasi para kader yang selama ini telah banyak membantu dalam berbagai aspek kemasyarakatan, termasuk kesehatan.
“Kinerja para kader sangat membantu semua kegiatan di pemerintahan desa. Harapan kami, dengan adanya insentif ini, kinerja dan kesejahteraan mereka dapat meningkat,” katanya.
Ketua BPD Mandalamukti, Khoerul, S.Pd.i., menambahkan bahwa rembug stunting ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan aplikasi para kader dalam menjalankan tugasnya.
“Banyak data yang harus dikerjakan oleh para kader berdasarkan hasil rapat ini. Kami berharap insentif yang dinaikkan oleh kepala desa dapat menjadi pendorong semangat bagi mereka dalam mengerjakan data yang diperlukan oleh pemerintah desa, puskesmas, dan pihak lainnya demi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat,” tuturnya.
Khoerul juga menyampaikan kabar baik mengenai penurunan angka stunting di Desa Mandalamukti.
“Contohnya di RW saya sendiri, yang awalnya ada dua kasus, sekarang tinggal satu. Itu pun baru terjadi belum lama ini,” ungkapnya.
Peran serta para kader dalam upaya penurunan stunting ini sangat signifikan. Mereka secara intensif memberikan penyuluhan kepada warga masyarakat, bahkan melakukan pendekatan door to door bagi warga yang tidak hadir di posyandu atau terindikasi stunting.
Dengan kolaborasi yang baik antara kader posyandu, pemerintah desa, dan LKD lainnya, diharapkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat di Desa Mandalamukti dapat terus meningkat. (*) Icha





