Komunikasi yang Kuat Antar Pelaku UMKM dan Pemerintah, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Wajarnews.com – Ekspo Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung Barat menjadi ajang berkumpulnya pelaku ekonomi lokal dan pemangku kepentingan pada Sabtu (06/12/25) di plaza Mekarsari komplek pemkab Bandung Barat.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UMKM dan dibuka langsung oleh Bupati Bandung Barat menghadirkan pameran produk serta aktivitas dari pelaku UMKM dan koperasi, terutama Kelompok Desa Mandiri Pedesaan (KDMP) dari 16 kecamatan di wilayah kabupaten. Selain expo, panggung utama juga menampilkan kreasi seni dan talk show dengan berbagai narasumber.

Pada kesempatan tersebut, Camat Cikalongwetan, Dadang A. Sapardan yang didampingi Ketua TP-PKK Cikalongwetan Aah Masruah, mengunjungi Gerai UMKM Cikalongwetan. Di sana, ia melihat langsung sejumlah produk yang sudah mendapat bantuan desain dan pengemasan dari mahasiswa Prodi Desain dan Komunikasi Visual (DKV) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) — sebanyak 5 produk UMKM lokal telah menerima bantuan tersebut.

Dalam obrolan sekilas dengan salah seorang dosen pembimbing Prodi DKV UPI, Camat Dadang menyampaikan keyakinannya bahwa produk UMKM Cikalongwetan memiliki daya tarik tersendiri yang memungkinkannya bersaing dengan produk pabrikan.

“Produk UMKM Cikalongwetan memiliki daya tarik tersendiri sehingga mampu bersaing dengan produk pabrikan,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengemukakan harapan agar mahasiswa Prodi DKV UPI dapat lebih banyak berkolaborasi dengan kecamatan untuk memberi pencerahan kepada pelaku UMKM.

“Saya sangat berharap, para mahasiswa dapat berkolaborasi dengan kecamatan untuk memberi pencerahan kepada pelaku UMKM,” ujarnya.

Dalam perbincangan yang sama, Camat Dadang juga menyebutkan tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM lokal, yaitu masalah pemasaran. Untuk mengatasi hal ini, ia menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama yang terus dibangun dengan berbagai pemangku kepentingan yang bergerak di bidang pemasaran.

“Yang saya ketahui, tantangan para pelaku UMKM kita terkait pemasaran produknya, sehingga kita harus bergandengan tangan dengan pemangku kepentingan yang bergerak di bidang pemasaran,” pungkasnya. (***) Icha

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *