Anugerah Kebudayaan KBB 2025: Penghargaan Tertinggi Bagi Maestro Budaya Bandung Barat

Wajarnews.com – Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, kembali menggelar Anugerah Kebudayaan sebagai bentuk apresiasi tertinggi kepada para seniman dan pelestari budaya yang berjasa dalam menjaga warisan budaya di wilayah bandung barat.

Acara yang berlangsung meriah di Grand Panorama Lembang pada Jumat, 14 November 2025, ini memberikan penghargaan kepada 10 tokoh yang dianggap sebagai maestro di bidangnya masing-masing.

Plt Kadis Disparbud KBB, Asep Dendih, S.Pd., M.M.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB, Asep Dendih,S.Pd., M.M., dalam sambutannya menyampaikan, Anugerah Kebudayaan ini merupakan implementasi dari pasal 32 UUD 1945, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Kemajuan Kebudayaan, yang bertujuan untuk melindungi, membina, mengembangkan, dan memanfaatkan kebudayaan.

“Anugerah ini dipersembahkan khusus bagi para pelestari budaya yang telah menunjukkan dedikasi, inovasi, dan kontribusi luar biasa dalam memajukan kebudayaan di Kabupaten Bandung Barat. Mereka adalah individu atau kelompok yang telah berupaya keras untuk menjaga tradisi, seni, dan nilai-nilai budaya agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman,” Tutur Plt Kadis Disparbud KBB, Asep Dendih.

Wakil Bupati KBB, H. Asep Ismail, Sambutan dan Peresmian Anugerah Kebudayaan Tahun 2025

Wakil Bupati KBB, H. Asep Ismail, yang hadir dalam acara tersebut, sekaligus meresmikan Anugerah Kebudayaan 2025, Mengapresiasi kepada Disparbud, juga tim Intitute Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung yang telah melakukan seleksi ketat tanpa intervensi dari pihak manapun. Beliau juga menyampaikan selamat kepada para budayawan terpilih dan menegaskan bahwa Pemda KBB sangat menghargai peran mereka sebagai penjaga warisan budaya yang tak ternilai harganya.

“Kami dari pemerintah daerah KBB sangat mengapresiasi para budayawan ini, karena seperti yang disampaikan ISBI, mereka adalah orang-orang langka yang mampu memadukan seni tradisional dengan kemajuan teknologi informasi,” ujar Wakil Bupati, Asep Ismail.

Plt. Sekdis Disparbud KBB, Hernandi Tismara, S.Sos., M.Si.

Plt Sekretaris Disparbud KBB, Hernandi Tismara, S.Sos., M.Si, menambahkan, Anugerah Kebudayaan ini diharapkan dapat memotivasi para seniman lainnya untuk terus berkarya dan melestarikan budaya.

“Anugerah budaya itu adalah jenjang atau titel tertinggi bagi seniman untuk mendapat penghargaan sebagai maestro, jadi orang-orang yang terseleksi ini dijadikan sebagai pelestari budaya yang sangat berjasa di kabupaten Bandung Barat,” jelasnya.

Kategori penghargaan meliputi kategori karawitan, pelestari budaya, pelestari tari, pengetahuan tradisional, pengrajin koleksi, serta pengrajin wayang golek.

“Ini hasil berdasarkan seleksi mereka yang dipilih oleh tim ISBI dan akhirnya ditetapkan para penerima Anugerah Kebudayaan, dan rata-rata telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan. Penghargaan ini merupakan amanat dari kementerian, yang mengharapkan pemerintah daerah memberikan apresiasi lebih lanjut kepada para maestro budaya di KBB,” tambahnya.

Anugerah Kebudayaan diadakan setiap tahun, dengan harapan penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang akan semakin baik melalui proses monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan.

“Idealnya, kegiatan ini berjenjang dari tingkat kabupaten ke provinsi, hingga ke tingkat kementerian. Saat ini, dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, hanya Kabupaten Bandung Barat yang secara aktif menyelenggarakan Anugerah Kebudayaan. Pada tahun ini, hanya 10 orang yang terpilih untuk menerima penghargaan bergengsi ini.” Kata Hernandi.

Berikut adalah 10 penerima Anugerah Kebudayaan KBB 2025:

1. Ayo Sunaryo (Seni Tradisi Bidang Tari, Kec. Padalarang)

2. Erosyanti (Seni Tradisi Bidang Karawitan/Mamaos, Kec. Cipatat)

3. Elan Jaenawan (Seni Tradisi Bidang Sastra, Kec. Cisarua)

4. Cecep Suparna (Pelestari Pengrajin Wayang Golek, Kec. Cipatat)

5. Arief Nugraha Rawanda (Seni Tradisi Bidang Karawitan, Kec. Ngamprah)

6. Deden (Pelestari Kolecer, Kec. Cipongkor)

7. Roni Mardian (Pelestari Kolecer dan Dongeng Sunda/Sastra, Kec. Gununghalu)

8. Caca (Pelestari Mikul Lodong, Kec. Padalarang)

9. Oka Mamah Bima (Seni Tradisi Bidang Karawitan, Kec. Ngamprah)

10. Observatorium Bosscha (Pelestari Cagar Budaya, Kec. Lembang).

Ia juga mengakui bahwa masih ada kendala di lapangan, terutama terkait administrasi dan dokumentasi penghargaan yang dimiliki seniman. Oleh karena itu, Pemkab KBB akan terus berupaya untuk memberikan dukungan dan fasilitas yang memadai bagi para pelaku seni dan budaya.

Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya sebagai identitas bangsa. Mari kita jadikan anugerah ini sebagai motivasi untuk terus berkontribusi dalam memajukan kebudayaan KBB, sehingga dapat dinikmati oleh generasi mendatang. (***) Icha

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *