Wajarnews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana di wilayah Cisarua, pada Senin (17/11/2025).
Kegiatan yang dilaksanakan di Narima Resort Hotel Lembang ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Pelatihan mitigasi bencana yang berlangsung 2 hari ini secara resmi dibuka oleh Kepala BPBD KBB, Drs. Asep Sehabudin, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan relawan dalam menghadapi ancaman bencana.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD KBB, Dedi Supriadi, menjelaskan bahwa Cisarua menjadi salah satu wilayah prioritas karena termasuk dalam lima kecamatan paling rentan terhadap bencana di sekitar Sesar Lembang. Kecamatan lainnya adalah Lembang, Parongpong, Ngamprah, dan Padalarang.
“Sesuai instruksi Bapak Bupati, kami harus mengadakan sosialisasi dan mitigasi di tiap kecamatan yang berada di sekitar Sesar Lembang. Oleh karena itu, kami prioritaskan lima kecamatan ini,” ujar Dedi.
Pelatihan ini melibatkan perwakilan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk anggota Destana (Desa Tangguh Bencana) dari delapan desa di Cisarua, tim PKK, PMI, Tagana, KSB (Kampung Siaga Bencana), serta tokoh masyarakat. Dedi menekankan bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama.
“Dalam penanggulangan bencana, bukan hanya tanggung jawab BPBD saja, tetapi tanggung jawab kita semua. Bencana tidak bisa diprediksi kapan dan di mana akan terjadi, jadi kita harus siap meningkatkan kapasitas untuk menghadapinya. Bencana memang tidak bisa dihindari dan ditakuti, tetapi kita harus siap menghadapinya,” tambahnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat Cisarua dapat lebih mandiri dalam menghadapi bencana. Dedi mencontohkan, dalam kasus pohon tumbang, masyarakat diharapkan tidak selalu bergantung pada BPBD. Mengingat keterbatasan personel BPBD yang hanya 45 orang untuk menangani 165 desa, keberadaan Destana di tiap desa sangat membantu.
BPBD KBB juga memiliki relawan yang dianggap sebagai saudara kandung dalam penanggulangan bencana. “Relawan ini sangat membantu kami. Jika ada bencana di suatu daerah, mereka bisa memberikan informasi cepat dan melakukan pengecekan langsung. Relawan bekerja tanpa upah, karena ini adalah panggilan jiwa,” ungkap Dedi.
Pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta, yang diharapkan dapat menyebarluaskan pengetahuan yang didapatkan kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing. Materi pelatihan lebih difokuskan pada implementasi praktis, seperti praktik rescue dan pertolongan pertama pada korban.
Selain itu, BPBD KBB juga tengah menggencarkan program sosialisasi ke sekolah-sekolah. Dalam pertemuan di rumah dinas provinsi yang melibatkan kepala Disdik dan kepala BPBD dari tujuh kabupaten/kota, disosialisasikan program GEMPA (Gerakan Menunduk Lindungi Kepala).
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat menginstruksikan agar seluruh sekolah di sekitar Sesar Lembang melaksanakan sosialisasi ini dan melaporkan hasilnya melalui Disdik masing-masing, sebagai bentuk tindak lanjut.*** Icha





