Wajarnews.com – Keluarga besar Lintang Asta menggelar puncak rangkaian peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 1447 H/2026 M. Acara yang dirangkaikan dengan berbagai kegiatan sebelumnya diakhiri dengan acara khusus yang menghadirkan tokoh agama dari daerah sekitar.

Menurut Hj. Tati Hernawati, Ketua Panitia Peringatan Isra Mi’raj sekaligus istri pimpinan Lintang Asta, puncak acara ini merupakan kelanjutan dari 226 sesi kegiatan yang telah diadakan pada hari Selasa lalu. Sebelumnya, telah diselenggarakan Festival Sholawatan yang hanya diikuti secara internal oleh keluarga besar Lintang Asta.
“Festival tidak melibatkan pihak luar karena waktu yang sangat terbatas mendekati persiapan bulan suci Ramadhan,” jelasnya mengenai alasan pembatasan peserta.
Acara ini menghadirkan tamu kehormatan dari kalangan pengasuh pondok pesantren, antara lain rombongan dari Garut serta Ustad Purnama dari Hamparland yang juga mengelola pondok pesantren sendiri.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Tati Hernawati juga menyampaikan harapan dan rencana pengembangan Lintang Asta ke depannya. Ia berharap Lintang Asta dapat menjadi lebih mandiri, salah satunya dengan menyediakan fasilitas yang lebih baik bagi para tamu.
“Kita merencanakan membangun kamar atau tempat singgah bagi tamu yang harus menginap malam, sehingga tidak perlu lagi menginap di dalam masjid. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan kamar mandi yang dekat dan mudah dijangkau,” ujarnya.
Saat ini, Lintang Asta telah memiliki kemajuan dalam hal fasilitas, dengan telah selesainya pembangunan panggung permanen yang dapat digunakan untuk berbagai acara mendatang.
Berkenaan dengan usulan pembangunan pondok pesantren, Hj. Tati Hernawati menegaskan bahwa Pak Burhan (pimpinan terkait) tidak berencana untuk mewujudkannya.
“Alasannya adalah sudah banyak pondok pesantren di sekitar lokasi, seperti Riyadul Huda di bagian bawah dan satu lagi di bagian hilir. Selain itu, mengelola pesantren bukanlah keahlian atau fokus utama dari H. Burhan,” pungkasnya. (*) Icha





