Satu Abad NU di Bandung Barat: Refleksi Pengabdian, Peringatan Isra Mi’raj, dan Doa Bersama untuk Korban Longsor Cisarua

Wajarnews.com – Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menjadi saksi sejarah peringatan Hari Lahir (Harlah) satu abad Nahdlatul Ulama (NU) tingkat kabupaten pada Sabtu (31/1/2026).

Acara yang sekaligus memperingati Isra Mi’raj 1447 H ini berlangsung khidmat dan penuh rasa kebersamaan, dihadiri oleh ribuan warga Nahdliyin serta tokoh-tokoh penting daerah.

Sambutan Ketua Panitia Harlah NU

Dikatakan ketua panitia Harlah, berbagai program kemasyarakatan telah sukses dilaksanakan, mulai dari Seminar Keluarga Sakinah, ziarah ke makam para pendiri (Muassis) NU di Bandung Barat, hingga aksi sosial nyata.

“Kami telah melaksanakan pembagian sembako, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga program khitanan massal gratis di Kecamatan Cikalongwetan,” lapor Ketua Panitia. Ia juga menginformasikan kekuatan kader NU di Bandung Barat yang kini mencapai 1.237 kader penggerak dengan kompetensi di berbagai bidang, termasuk sains dan teknologi.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana yang sangat akrab. Acara tidak hanya diisi dengan prosesi formal, tetapi juga interaksi santai antara tokoh masyarakat dengan ibu-ibu Muslimat serta para santri. Gelak tawa sempat pecah saat sesi interaksi spontan, mencerminkan semangat kekeluargaan yang menjadi ciri khas warga Nahdliyin.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, saat memberikan sambutan di hadapan para jemaah NU SE KBB, Sabtu, 31 Januari 2026

Dalam sambutannya, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi NU selama satu abad terakhir. Ia menegaskan bahwa NU merupakan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan visi AMANAH (Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis).

“Satu abad perjalanan NU adalah bukti konsistensi dalam menjaga akidah Ahlussunnah wal Jama’ah dan memperkokoh ukhuwah. NU hadir sebagai kekuatan moral dan sosial yang berada di garda terdepan menjaga persatuan dan moderasi beragama,” ujar Bupati Jeje di hadapan tamu undangan, termasuk perwakilan Kemenag dan Kapolres Bandung Barat.

Empati di Tengah Perayaan

Meskipun suasana dipenuhi rasa syukur, Bupati Jeje tidak melupakan duka yang sedang menyelimuti sebagian wilayahnya. Di tengah pidato, ia mengajak seluruh hadirin menundukkan kepala sejenak untuk mendoakan para korban musibah tanah longsor di wilayah Pasir Langu, Kecamatan Cisarua.

“Mari kita memohon agar seluruh korban diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Kami juga memohon doa agar cuaca segera cerah guna memudahkan tim di lapangan dalam proses pencarian dan penanganan pasca-bencana,” tuturnya dengan nada penuh empati.

Puncak Rangkaian Kegiatan Sejak 2022

Sementara itu, Ketua Panitia Harlah NU Bandung Barat mengungkapkan bahwa acara ini merupakan puncak dari rangkaian panjang kegiatan yang telah dimulai sejak Hari Santri Nasional, Oktober 2022 lalu. Dikatakan ketua panitia Harlah, berbagai program kemasyarakatan telah sukses dilaksanakan, mulai dari Seminar Keluarga Sakinah, ziarah ke makam para pendiri (Muassis) NU di Bandung Barat, hingga aksi sosial nyata.

“Kami telah melaksanakan pembagian sembako, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga program khitanan massal gratis di Kecamatan Cikalongwetan,” lapor Ketua Panitia. Ia juga menginformasikan kekuatan kader NU di Bandung Barat yang kini mencapai 1.237 kader penggerak dengan kompetensi di berbagai bidang, termasuk sains dan teknologi.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana yang sangat akrab. Acara tidak hanya diisi dengan prosesi formal, tetapi juga interaksi santai antara tokoh masyarakat dengan ibu-ibu Muslimat serta para santri. Gelak tawa sempat pecah saat sesi interaksi spontan, mencerminkan semangat kekeluargaan yang menjadi ciri khas warga Nahdliyin.

Acara ditutup dengan ungkapan syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan selama satu tahun terakhir. Dengan memasuki abad kedua ini, besar harapan agar NU semakin kokoh menjadi pilar peradaban dan penjaga moral, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung Barat. (**) Icha

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *