Sinergi IPB dan Dikti di Cisarua, Wakil Bupati KBB: Ekonomi Petani Naik 100 Persen Lebih

Wajarnews.com – Kolaborasi strategis antara sektor pendidikan tinggi dan sektor pertanian membawa angin segar bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Program “Kampus Berdampak” yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbudristek bersama IPB University, terbukti sukses mentransformasi wajah pertanian di Desa Tugu Mukti, Kecamatan Cisarua.

Wakil Bupati Bandung Barat, H. Asep Ismail, memberikan apresiasi tinggi atas capaian program ini. Menurutnya, kehadiran para akademisi bukan sekadar teori, melainkan memberikan solusi konkret bagi peningkatan kualitas hasil hortikultura dan taraf hidup petani lokal.

Berdasarkan laporan yang diterima Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat, penerapan inovasi dan teknologi pertanian modern dari IPB University telah memicu pertumbuhan ekonomi yang luar biasa di wilayah tersebut.

“Kami dari Pemerintah Daerah tentunya sangat mengapresiasi karena ini berkaitan dengan peningkatan kualitas hasil hortikultura di Kecamatan Cisarua. Laporan dari panitia menunjukkan peningkatan perekonomian di wilayah ini hingga mencapai 100 persen lebih,” ujar H. Asep Ismail usai menghadiri kegiatan di Desa Tugu Mukti.

Program “Kampus Berdampak” dirancang untuk menjembatani kepakaran para pakar IPB University dengan kebutuhan riil petani di lapangan. Melalui pendampingan intensif, para petani kini mulai meninggalkan pola tradisional dan beralih ke tata kelola pertanian yang lebih modern.

Hasilnya, komoditas hortikultura yang dihasilkan dari lahan-lahan di Cisarua memiliki standar kualitas yang lebih baik, sehingga mampu menembus pasar dengan nilai jual yang jauh lebih tinggi.

Keberhasilan Desa Tugu Mukti diharapkan tidak menjadi prestasi yang berdiri sendiri. H. Asep Ismail menegaskan bahwa Pemda KBB mendorong agar desa-desa lain di wilayah Bandung Barat segera mengadopsi langkah serupa untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

“Harapan ke depannya, seluruh wilayah di Kabupaten Bandung Barat yang mengelola sektor pertanian, khususnya hortikultura, bisa mencontoh keberhasilan Desa Tugu Mukti yang telah berjalan melalui kegiatan Kampus Berdampak ini,” tambahnya.

Dengan adanya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Kabupaten Bandung Barat optimis dapat menjadi sentra hortikultura unggulan yang berbasis inovasi dan teknologi. ( Icha)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *