Padaasih, Wajarnews.com — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cipanas 1 menggelar acara syukuran dan evaluasi internal untuk memperingati satu tahun masa operasionalnya sejak berproduksi pertama kali pada 19 Agustus 2025.
Momen peringatan hari lahir (Harlah) ke-1 ini dimanfaatkan oleh jajaran manajemen dan relawan sebagai ruang kontemplasi untuk memperbaiki kinerja serta memperkuat komitmen pelayanan gizi kepada masyarakat.
Kepala SPPG Cipanas 1, Fikri Nurul Hadi, S.Pd., menyampaikan bahwa perayaan satu tahun ini menjadi titik balik penting untuk menghadirkan “wajah baru” SPPG yang lebih responsif dan berkualitas. Evaluasi berjenjang terus dilakukan, mulai dari pengawasan harian oleh bagian pusat hingga pengawasan teknis di area dapur operasional guna meminimalisasi kesalahan.
Untuk menjaga transparansi dan kualitas layanan, SPPG Cipanas 1 membangun jalur komunikasi langsung berupa grup koordinasi yang melibatkan perwakilan orang tua siswa, Person in Charge (PIC) sekolah, kepala sekolah, hingga kader masyarakat.
Langkah ini bertujuan agar setiap aduan, saran, maupun kritik dari warga dari RW 01 hingga RW 08 dapat segera ditindaklanjuti. Selain menyasar sekolah, SPPG Cipanas 1 juga mengakomodasi kelompok sasaran 3B, yakni Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui (Busui).
Dari segi ketenagakerjaan, SPPG Cipanas 1 kini diperkuat oleh 50 personel sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) Badan Gizi Nasional (BGN). Jumlah tersebut mencakup 3 staf kantor (Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan) serta 47 relawan. Seluruh operasional dapur juga telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk menjamin keamanan pangan yang disajikan.
Menghadapi tantangan lonjakan harga bahan baku seperti daging, tim ahli gizi SPPG Cipanas 1 berinovasi mengolah bahan pangan bergizi tinggi alternatif, seperti telur, menjadi menu yang bervariasi.
Seluruh hidangan diproduksi secara mandiri (home-made) tanpa menggunakan bahan olahan pabrik atau frozen food. Inovasi ini membuahkan hasil positif, dengan hadirnya menu-menu favorit anak-anak seperti burger, chicken katsu, dan dimsum yang diolah tetap sesuai dengan standar gizi nasional.





